Kalimantan Selatan – Tanah Bumbu, garudasiber.net, (27/6/2025) — Konflik agraria berkepanjangan yang melibatkan masyarakat Desa Sekapuk, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan PT. GMK terkait kepemilikan lahan seluas sekitar 112 hektar mencapai titik didih.
Lahan yang secara sah dimiliki oleh Sdr. Hadransyah alias Tony dan kelompoknya ini, diklaim sepihak masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT. GMK.
Permasalahan yang telah berlarut-larut sejak tahun 1996 tanpa penyelesaian ini telah merugikan masyarakat pemilik lahan secara signifikan.
Melihat kebuntuan yang tak berujung, WRC PAN-RI Korwil Kalimantan Selatan, selaku penerima kuasa dari pemilik lahan, telah berulang kali menempuh jalur mediasi dengan pihak PT. GMK.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Minimnya tanggapan dan tidak adanya jawaban yang mengarah pada penyelesaian dari PT. GMK menunjukkan kurangnya itikad baik perusahaan untuk mencari solusi.
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terampas, WRC PAN-RI Korwil Kalimantan Selatan bersama WRC PAN-RI Unit Tanah Bumbu beserta seluruh anggotanya, telah melakukan pemasangan baliho di lokasi sengketa.
Aksi ini merupakan seruan tegas dan simbol perlawanan terhadap penindasan hak oleh korporasi atau kelompok oligarki yang beroperasi tanpa mengindahkan keadilan sosial.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat hak-hak masyarakat ditindas oleh siapapun, termasuk oleh para pengusaha besar yang merasa kebal hukum.
“Pemasangan baliho ini adalah langkah awal untuk mengingatkan PT. GMK bahwa kesabaran masyarakat ada batasnya, dan kami siap mengawal perjuangan ini sampai tuntas.”
WRC PAN-RI mendesak PT. GMK untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan ini secara adil dan transparan, demi terciptanya situasi yang kondusif di wilayah Tanah Bumbu.
Lebih lanjut, kami meminta dukungan penuh dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk turut serta dalam penyelesaian sengketa ini demi tegaknya keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak agraria masyarakat.












