SUMBA TIMUR, Garudasiber.net — Warga Desa Praibakul, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan maraknya dugaan pencurian ternak sapi, kuda, dan kerbau yang meresahkan masyarakat sepanjang Oktober 2026.
Berdasarkan keterangan warga Desa Praibakul, Arki Kaliang, diperkirakan belasan ekor ternak telah hilang akibat dugaan pencurian selama Oktober. Sementara itu, beberapa ternak dilaporkan berhasil kembali, sedangkan ternak lainnya berhasil lolos dari upaya pencurian.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, ternak merupakan salah satu aset penting sekaligus sumber penghidupan bagi warga setempat. Kehilangan ternak tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan ketenteraman masyarakat.
“Tolong atensinya. Terhitung bulan Oktober, sekitar belasan ekor yang telah dicuri. Ada yang kembali, sementara yang lainnya lagi lolos,” ungkap Arki Kaliang, salah seorang warga Desa Praibakul.
Keluhan tersebut menjadi perhatian warga yang berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan keamanan ternak di wilayah mereka.
Warga secara khusus meminta perhatian Polsek Lewa, Polres Sumba Timur, dan Polda NTT agar menindaklanjuti informasi tersebut melalui langkah-langkah penanganan yang diperlukan.
Selain itu, masyarakat berharap kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang dianggap rawan, menindaklanjuti setiap laporan kehilangan ternak, serta melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Warga juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan mengamankan ternak, memantau lokasi penggembalaan, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat setempat.
Bagi masyarakat Desa Praibakul, persoalan ini bukan sekadar kehilangan hewan ternak, melainkan juga menyangkut perlindungan terhadap aset ekonomi warga dan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, warga berharap adanya respons cepat dan langkah nyata dari aparat kepolisian agar keresahan masyarakat tidak berlarut-larut. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa, menelusuri laporan kehilangan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Masyarakat Desa Praibakul menaruh harapan agar Polsek Lewa, Polres Sumba Timur, dan Polda NTT memberikan atensi serius terhadap keluhan warga, sehingga keamanan ternak dan ketenteraman masyarakat dapat lebih terjamin.
Catatan redaksi: Informasi mengenai jumlah ternak yang hilang dan kronologi kejadian dalam berita ini bersumber dari keterangan warga dan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut kepada pemilik ternak serta pihak kepolisian. Berita ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya kesalahan pihak tertentu sebelum terdapat hasil penyelidikan resmi.












