SURABAYA, Garudasiber.net – Gerakan Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menyatakan sikap tegas terkait ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial (bansos) dan status keluarga miskin/mampu di Kota Surabaya. Gerakan Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menyoroti tentang data kemiskinan di lapangan, warga kurang mampu terlewat dari daftar penerima, sementara warga yang tergolong mampu justru menikmati kucuran bantuan.
Merespons kondisi tersebut, ARSAS menjadwalkan aksi penyampaian aspirasi secara terbuka dan damai pada Selasa, 22 September 2026. Sejumlah massa diproyeksikan bergerak serentak dari basecamp ARSAS di 31 kecamatan se-Kota Surabaya menuju tiga titik sasaran utama: Kantor Dinas Sosial, Gedung DPRD Kota Surabaya, dan Balai Kota Surabaya.
Ketua Umum ARSAS, Herry Bimantara, menegaskan bahwa langkah ini diambil lantaran lambannya pembaruan data yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup warga miskin.
“Pemerintah Kota Surabaya dan dinas terkait harus segera turun ke lapangan dan bertindak cepat. Jangan sampai warga yang menjerit kesulitan terabaikan hanya karena urusan administratif yang tidak akurat. Data itu bukan sekadar angka di atas kertas, tapi menyangkut isi dapur warga Surabaya!” tegas Herry.
Herry juga menampik tuduhan bahwa aksi ini bertujuan memicu kegaduhan di Kota Pahlawan.
“Kami minta verifikasi ulang dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan objektif. ARSAS hadir bukan untuk membuat keributan, melainkan mengawal agar hak rakyat kecil sampai ke tangan yang berhak tanpa ditunda-tunda lagi,” lanjutnya.
3 Tuntutan Utama ARSAS untuk Pemkot Surabaya:
1. Audit Total & Pemutakhiran Data: Desakan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendataan penerima bansos agar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
2. Transparansi Kualifikasi: Pemkot Surabaya wajib membuka kriteria penerima bantuan secara gamblang agar dapat diawasi secara publik.
3. Layanan Pengaduan Respons Cepat: Pembentukan mekanisme pemulihan hak yang efisien dan tidak berbelit-belit bagi warga miskin yang belum terdaftar.
ARSAS memastikan seluruh rangkaian aksi akan berlangsung tertib, aman, dan kondusif sesuai regulasi yang berlaku demi menjaga kondusivitas Kota Surabaya.” Pungkasnya.












