Kabupaten Tangerang, Garudasiber.net — Warga Kampung Cijantra Girang, Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, tengah dilanda keresahan akibat maraknya aksi pencurian yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir. Mirisnya, para pelaku kejahatan kini tak segan beraksi tidak hanya di malam hari, tetapi juga di siang bolong.
Beberapa warga telah menjadi korban kehilangan harta benda, mulai dari sepeda motor hingga barang-barang elektronik. Ironisnya, Ketua RT 05 RW 03 setempat pun turut menjadi korban pencurian, dengan uang tunai sebesar Rp12 juta raib digondol pelaku. Nasib serupa juga dialami oleh Heri, seorang tokoh masyarakat sekaligus guru, yang melaporkan kehilangan laptop dan telepon genggam dari dalam rumahnya.
Jumlah total kerugian belum dapat dipastikan, namun satu hal yang jelas, rasa aman masyarakat kini makin terkikis. Banyak warga mengaku khawatir dan mulai mempertanyakan keberadaan pengamanan dari aparat hukum di wilayah mereka.
“Kami merasa sudah tidak ada lagi keamanan dan pengayoman dari aparat penegak hukum di wilayah ini. Kami sangat berharap pihak kepolisian dan aparat terkait bisa segera mengambil tindakan nyata agar kampung kami kembali aman seperti dulu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga mendesak agar pihak kepolisian segera bertindak, bukan sekadar seremonial. Mereka meminta kehadiran nyata aparat dalam bentuk patroli rutin dan pengawasan yang berkelanjutan.
Dari pengakuan warga, aksi pencurian sempat terekam oleh kamera CCTV milik salah satu warga. Rekaman ini diharapkan bisa menjadi bukti penting bagi pihak kepolisian untuk menelusuri identitas pelaku dan segera melakukan penangkapan.
“Kami sebagai warga Kampung Cijantra Girang meminta agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mendalami kasus ini. Dengan bukti rekaman CCTV yang ada, besar harapan kami pelakunya bisa segera ditangkap, sehingga kampung kami kembali aman,” ungkap seorang warga lainnya.
Sementara itu, Ketua Akpersi DPD Banten, Yudianto, juga menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi keamanan di Cijantra Girang. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk hadir secara nyata memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami mendesak agar pihak kepolisian benar-benar memberikan pengayoman dan menangkap pelaku yang selama ini telah meresahkan warga Cijantra Girang dan sekitarnya,” tegas Yudianto.
Situasi ini menjadi alarm bagi semua pihak, khususnya pemerintah desa dan kepolisian, untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam menciptakan lingkungan yang aman. Keterlibatan aktif masyarakat, sistem keamanan berbasis lingkungan, dan kehadiran aparat yang konsisten menjadi kunci untuk mengembalikan ketentraman di Kampung Cijantra Girang.
(Red)












