Berita  

TB. Widmarine Jadi Sorotan Publik : Kuasa Hukum Edy Wijanarko Bungkam, Tim Pencari Tuntut Moral dan Materiil

Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, garudasiber.net – Kisruh muncul sejak keberadaan kapal TB. Widmarine terdeteksi di Muara Satui, Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada saat itu. 20/10/25

 

Tim pencari yang dipimpin oleh Mas Nerry mengaku telah dirugikan secara moral dan materiil oleh seseorang bernama Kris, yang disebut-sebut sebagai pengacara dari Edy Wijanarko, pemilik perusahaan Widmarine.

 

Menurut keterangan Mas Nerry, Kris awalnya meminta bantuan timnya untuk melacak keberadaan kapal TB. Widmarine yang sempat hilang kontak.

Sebagai bentuk penghargaan atas bantuan tersebut, Kris menjanjikan bonus atau tanda terima kasih kepada tim jika kapal berhasil ditemukan.

 

Kami diminta membantu pencarian kapal dari Kalteng sampai Kaltim, bahkan sampai pesisir Banjarmasin. Semua biaya operasional kami tanggung sendiri,” ujar Mas Nerry kepada wartawan.

 

Setelah lebih dari satu bulan pencarian intensif, tim akhirnya berhasil menemukan kapal TB. Widmarine dalam kondisi aman di muara Satui. Sejak saat itu, Mas Nerry dan tim terus menjaga serta mengawasi kapal tersebut demi keamanan.

 

Namun, setelah laporan penemuan disampaikan, komunikasi dengan Kris mendadak terputus.

Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari Mas Nerry kepada Kris tidak pernah dibalas, bahkan nomor Kris kini tidak lagi aktif.

 

Kami merasa dibohongi. Setelah kapal ditemukan dan kami laporkan, Kris menghilang tanpa kabar,” tegas Mas Nerry dengan nada kecewa.

 

Pihaknya berharap Edy Wijanarko selaku owner Widmarine dapat memberikan klarifikasi resmi, mengingat nama perusahaannya disebut-sebut dalam permasalahan ini.

Tim Mas Nerry juga berencana menempuh jalur hukum jika tidak ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan.

 

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat Widmarine dikenal sebagai salah satu perusahaan besar di sektor maritim nasional, dan nama Edy Wijanarko sudah tidak asing di kalangan pengusaha pelayaran Indonesia.

 

Kami hanya menuntut keadilan dan tanggung jawab moral. Kami sudah bekerja dengan iktikad baik, tapi dibalas dengan kebohongan,” tutup Mas Nerry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *