SPBU 34.432.19 Pagelaran Diserbu Pembeli, Rakyat Kecil Berebut Pertalite

Garudasiber.net | Cianjur Selatan, 19 Juni 2026 – Pertamina menaikkan harga BBM jenis Pertamax 92. Harga sebelumnya Rp12.250 per liter naik menjadi Rp16.250. Kenaikan ini mengejutkan masyarakat, terutama pemilik kendaraan kelas menengah ke bawah.

 

Sebelumnya warga masih bisa beralih ke Pertamax saat antrean Pertalite panjang karena selisih harganya tidak jauh. Sekarang dengan harga Rp16.250, warga jelas keberatan. Akibatnya antrean di SPBU Pagelaran memanjang sampai ke jalan raya dan harus menunggu berjam-jam demi mendapat Pertalite subsidi Rp10.000 per liter.

 

Dampak ke Penjualan SPBU

Hasil konfirmasi jurnalis MBB dengan Pawas 1 Hedi Supriatna dan Pawas 2 Riki Zeniar:

1. Sebelum kenaikan: Pertalite terjual 10 ton/hari, Pertamanya 5 ton/hari

2. Setelah kenaikan: Pertalite naik jadi 15 ton/hari, Pertamax turun jadi 2-2,5 ton/hari

 

Pihak SPBU menyatakan hanya menjalankan aturan dari Pertamina.

 

Keluhan Warga

Warga pemilik kendaraan mengeluh pendapatan minim tapi pengeluaran membengkak. Kenaikan BBM juga memicu harga sembako ikut naik. “Masyarakat kecil menjerit karena susah cari duit. Ekonomi morat-marit. Ya Allah,” ujar warga. Banyak yang memilih meninggalkan Pertamax. “Selamat tinggal Pertamax,” kata warga yang enggan membeli karena harganya terlalu tinggi.

 

Warga meminta pemerintah dan Pertamina meninjau kembali kebijakan ini dan lebih berempati kepada rakyat kecil.

 

Reporter: Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *