BERAU, Garudasiber.net — Berbagai tarif sewa lapak tenda di Lapangan GOR Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, dalam kegiatan Berau Expo 2026 menjadi pertanyaan di tengah publik. Pasalnya, muncul dugaan pungutan liar terkait tarif sewa lapak yang bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp4 juta.
Berdasarkan informasi yang beredar di publik, kegiatan Berau Expo telah mendapatkan kucuran anggaran dari pemerintah daerah senilai hampir Rp3 miliar. Namun, di tengah dukungan anggaran tersebut, muncul kejanggalan yang dipertanyakan masyarakat, khususnya para pedagang yang ikut berpartisipasi meramaikan acara dengan berjualan makanan maupun barang lainnya di tenda yang telah disediakan dalam kegiatan Berau Expo tersebut.
Awak media mencoba mengonfirmasi informasi mengenai tarif sewa lapak tenda kepada salah seorang pelaku usaha UMKM yang berjualan di Berau Expo. Ia mengatakan bahwa benar terdapat biaya sewa lapak bagi pedagang dengan kisaran harga yang telah ditentukan.
“Kalau mau berjualan lapak harus disewa. Ini bukan hanya pertama kali, setiap ada kegiatan Berau Expo, jika ingin ikut berjualan di acara tersebut, kita harus mengikuti peraturan sewa tenda yang dibuat oleh panitia acara tetapi dana tarif sewa itu larinya kemana dan diperuntukkan untuk apa sedangkan acara expo ini sudah mendapatkan bantuan anggaran dari APBD Kabupaten Berau,” ucapnya, Sabtu (18/10/2026).
Terkait keluhan pedagang UMKM, baik yang berjualan di dalam lapak tenda maupun di luar tenda, yang juga dikenakan biaya sewa tempat, awak media mencoba mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Berau.
“Silakan konfirmasi ke EO karena itu bukan di bawah tanggung jawab kami, tetapi EO. Atau hubungi Kepala DPMPTSP yang merupakan OPD teknis yang menangani Expo ini,” ujarnya, Sabtu (18/10/2026).
Menindaklanjuti arahan kepala dinas tersebut, awak media mencoba mengonfirmasi pihak EO dan Kepala DPMPTSP yang dimaksud. Namun, hingga berita ini disusun, pihak terkait belum memberikan respons melalui WhatsApp kepada awak media.
Keluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar area pedagang resmi dalam kegiatan Berau Expo 2026 juga menjadi sorotan. Para pedagang mengeluhkan adanya tarif sebesar Rp1 juta per PKL yang dinilai memberatkan, sehingga memicu protes keras dari Barisan Wong Cilik.
Organisasi tersebut menyoroti kebijakan penarikan tarif terhadap PKL di tengah pelaksanaan Berau Expo 2026 yang disebut telah mendapatkan dukungan anggaran dari APBD dengan nilai hampir Rp3 miliar serta memanfaatkan fasilitas umum.
Barisan Wong Cilik menilai persoalan ini perlu mendapat penjelasan terbuka dari pihak penyelenggara, terutama terkait dasar penetapan tarif, mekanisme pemungutan, pihak yang menerima pembayaran, serta penggunaan dana yang terkumpul dari para pedagang.
Bagi PKL yang memiliki modal terbatas, pungutan sebesar Rp1 juta bukanlah nilai yang kecil. Apalagi, para pedagang berjualan dengan harapan dapat memanfaatkan keramaian pameran untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak penyelenggara terkait dasar penetapan tarif sewa lapak, mekanisme pemungutan, serta peruntukan dana yang diterima.












