Kalimantan Selatan, garudasiber.net — Menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2025, PT Arutmin Indonesia Site Satui kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dengan menggelar kegiatan “Eco Run for Sustainability” di kawasan Pantai Batu Buaya, Sungai Cuka, Kabupaten Tanah Bumbu, pada jumat 1 Agustus 2025.
Acara ini menghadirkan lebih dari 400 peserta, terdiri dari jajaran karyawan PT Arutmin dan perwakilan dari 11 mitra perusahaan rekanan, dalam sebuah momentum kebersamaan yang menyatukan semangat hidup sehat dengan kesadaran ekologis.
Dibuka secara resmi oleh Kepala Teknik Tambang Site Satui, Bapak Cipto Prayitno, kegiatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya jargon perusahaan modern, melainkan nilai yang tertanam dalam budaya kerja PT Arutmin Indonesia.
“Eco Run bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol langkah bersama kita menuju masa depan yang lebih sehat—baik bagi manusia maupun lingkungan. Di tengah tantangan industri, kita memilih untuk terus bertindak, terus peduli, dan terus bergerak,” tegas Cipto dalam sambutannya.
“Eco Run for Sustainability” bukan hanya perayaan seremonial tahunan, melainkan ruang partisipatif yang menghubungkan nilai-nilai perusahaan dengan aksi nyata. Di tengah lanskap pantai yang alami dan asri, peserta berlari bukan untuk bersaing, tetapi untuk menguatkan semangat kolektif menjaga bumi dan mempererat sinergi lintas entitas bisnis.
Tak hanya menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini menjadi platform penguatan relasi strategis antar-unit kerja dan mitra usaha dalam suasana yang santai namun bermakna. Momen keakraban dan kebersamaan memuncak dalam sesi pengundian hadiah di atas panggung hiburan, yang dilakukan secara spontan, meriah, dan inklusif.
Melalui agenda ini, PT Arutmin Indonesia sekali lagi menampilkan wajah industri tambang yang progresif—yang tidak hanya fokus pada target produksi, tetapi juga pada nilai kemanusiaan dan ekologi. Eco Run menjadi representasi visi perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, selaras dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dengan jejak langkah di pasir Pantai Batu Buaya, para peserta telah membuktikan bahwa keberlanjutan tidak dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari langkah kecil yang dilakukan bersama, dengan semangat yang tak pernah padam.
( PENULIS : IRWANSYAH )












