BITUNG,Garudasiber.net –Pada Hari Jumat (18/7/2025) Siang Tim Investigasi Dari Beberapa Media online Mendatangi Kantor Kepolisian Sulawesi Utara Polsek Maesa Kota Bitung Untuk Mengklarifikasi.
Terkait Viralnya Pemberitaan Oleh Salah Satu Media Online dengan Prihal Sebagai Berikut, Skandal Kapolsek Maesa, Diduga Jadi Backingan Bongkar Muat Pasir Ilegal, Senin (20/7)
Ironisnya, bukan preman atau mafia yang berada di balik layar, melainkan sosok penegak hukum sendiri, Kapolsek Maesa, Ferry Padama diduga kuat terlibat dalam praktik bongkar muat pasir ilegal dan menyuap wartawan agar aktifitas tersebut tidak mencuat ke publik.
Informasi dari lapangan menyebutkan, pada Jumat, 18 Juli 2025, akan dilakukan aktifitas bongkar muat pasir skala besar di perairan Bitung.
Pasir tersebut berasal dari galian-galian liar tanpa izin, lalu diangkut dengan dump truk dan dimuat ke kapal tongkang untuk dikirim keluar provinsi.
Tak ada dokumen resmi, tak ada izin lingkungan, murni aktivitas ilegal yang terang-terangan dilindungi.
Lebih parahnya, Kapolsek diduga tidak hanya mengetahui tapi ikut bermain langsung.
Untuk mengamankan jalannya kejahatan tambang ini, ia disebut membagikan “uang koordinasi” sebesar Rp200 ribu.
Seorang jurnalis yang diwawancarai mengaku menerima uang tersebut di Mako Polsek Maesa, langsung dari tangan sang Kapolsek. Modusnya dibungkus rapi dengan istilah “kemitraan”, namun faktanya tak lebih dari suap murahan agar berita tak tayang.
“Kami diarahkan ke kantor Polsek, ambil uang sambil sebut nama dan media tempat kerja. Disuruh bungkam, jangan angkat berita tambang. Semua pewarta dikasih rata.” ungkap sumber media ini, yang meminta namanya dirahasiakan.
Kapolsek Maesa ungkapkan secara terang-terangan, mengakui perbuatannya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp:
“Pak, nanti hari Jumat saja yah, boleh, soalnya tadi sudah habis dibagi sama teman-teman lapangan Jumat itu uang pulsa… Ok?,” Jawab Kapolsek Maesa.
Polisi yang seharusnya menindak kejahatan tambang, justru berubah menjadi pelindung dan pemain.
Atas skandal ini, publik mendesak PROPAM Polda Sulut untuk tidak tutup mata. Pemeriksaan dan pencopotan jabatan adalah harga mati.
Dan Kami Sudah Pertanyakan Kepada Kapolsek Maesa Akp.ferry Padama Apakah Betul Dengan Apa Yang Telah Di Beritakan Oleh salah satu media online.
Kapolsek Maesa Bpk Ferry Padama Memberikan Tangapan Kepada Beberapa, Jurnalis Investigasi Bahwa Berita Yang Di Muat Itu Tidak Benar Dan Tidak Akurat,
ia menambahkan, Saya Tidak Pernah Melakukan Pembekapan Yang Berkaitan Dengan Ilegal, Saya Juga Tidak Pernah Berkaitan Dengan Namanya Bisnis Ilegal Tersebut.
” Selama Saya Bertugas Di Polres Bitung Polsek Maesa Kota Bitung Jika Saya Memang Terbukti Saya Siap di Panggil Oleh Propam Polda Sulut Jika Memang Terbukti Kapolsek Maesa Akp.Ferry Padama Membekap Kegiatan Ini, Maka Saya Siap Di Panggil Dan Di Periksa Oleh Propam Sulut, Ungkap Kapolsek Maesa Ferry Padama Kepada awak media.
Setelah Kami Beranjak Dari Kantor Polsek Maesa Kota Bitung Kami bersama Tim Investigasi Menuju Ke Pulau Lembeh Tempat Nya Kelurahan Papusungan lingk. IV Kecamatan Lembeh Selatan Kami Tim Investigasi Langsung
Mencari Kepastian Informasi Tentang Lokasi Tersebut, Dan Kami Mengumpulkan Beberapa Informasi Dan Tanggapan dari Masyarakat Serta Para Tukang Kerja Di Dalam Dok Tersebut.
Sampai nya kami di pulau lembeh, Tempatnya Kelurahan Papusungan lingk. IV Kecamatan Lembeh Selatan
Kami Langsung Mampir Ke Polsek Lembeh Selatan Untuk Melaporkan Kedatangan kami tim awak media Investigasi ingin mencari informasi di Kelurahan Papusungan lingk. IV Kecamatan Lembeh Selatan
Dan kami Pun di terima dengan baik Oleh petugas Jaga Di Polsek Lembeh Dan Langsung Kami Di Arahkan Untuk Ke Lokasi Tersebut.
Maka Sampai lah kami di Lokasi Tersebut, Kami Bertanya Kepada Salah Satu Security Di Lokasi Tersebut. Apakah Disini lokasi tempat tampung pasir milik Dari Inisial Ko (R) Jawab Security Kepada Media,Iya Betul Pak
Apakah Selama Bpk Di Tugaskan Di Tempat ini
Sering Melihat Ada Petugas Polisi Yang Mengantarkan Atau Mengawal Pasir dari Kapal.Cahaya Agung 03
Hingga Turun Lokasi Ini Jawab Security Kepada kami, Tidak Pernah Pak.Tambahan Kami Hanya Pekerja Pak Apalah Ada Kepeluan Kepada Bos Kami Silakan Langsung Ke Rumah Nya Atau Nanti Balik Hari Senin.Pak Ujar ,Security
Maka Selesai Kami Tim Investigasi Dari Lembeh Kami Pun Berbalik Arah Ke Kota Bitung Untuk Pergi Ke Lokasi Yang Di Maksudkan Dalam Pemberitaan Tersebut Yang Mengatakan Bahwa Lokasi Galian C Atau Tempat Lokasi Pasir Yang Belokasi Di Kelurahan
Indo Longhay Kompleks Sari Cakalang Kelurahan Madidir Urea Kec. Madidir Kota Bitung.
Se Tibahnya Tim Jurnalis Di Kelurahan Indo Longhay Kompleks Sari Cakalang Kelurahan Madidir Urea Kec. Madidir.
Tim Langsung Minta Permisi Untuk Bertemu Dengan Ko Inisial (R)
Dan Kami Pun Di Terimah Dan Di Arahkan Untuk Bertemu Dengan Pemilik Pasir Tersebut Inisial Ko (R) Dan Kami Pun Wawancarai Ko Tersebut Insial (R) Apakah Betul Yang Di Terbitkan Di Berita Di Salah Satu Media Online (inanews.co.id) Bahwa Bpk.Kapolsek Maesa Bekingan Atau Membeckap Tempat Ini Atau Mengawal Proses Perjalanan Pasir Yang Akan Di Bawah Ke Lokasi Pulau Lembeh Di Lokasi Ini
Pemilih Pasir Di Indo Longhay Kompleks Sari Cakalang Kelurahan Madidir Urea Kec. Madidir
Jawab.Ko Kepada, Media Itu Tidak Betul Pak Saya Hanya Minta Bantu Untuk Pegamanan Saja Pak Dikarenakan Masih Wilayah Tugas Polsek Maesa Kota Bitung Maka Saya Minta Bantu Tapi Bukan Membeckap Tidak
Tambah Ko Insial (R) Saya Ini Lamah Berteman Dengan Bpk Ferry Padama Jadi Kami Hanya Sebagai Teman Saja Tidak Lebih Dan Itu Pun Saya Ada Berkat Lebih Saya Kasih Tapi Bukan Untuk Membeckap Atau Uang Sogok Tidak Saya Kasih Itu Iklas Hanya Untuk Buat Ngopi Ngopi Tidak Lebih Dan Pasir Yang Saya Belihkan Dari Keluarahan
Apla.Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Itu Pasir Mereka Bawah Kemari Tampung Di Rumah Kami Dan Kami Akan Membawah Ke Tempat Dok Usaha Kami Di Pulau Lembeh Dan Pasiar Tersebut Saya Akan Kasih Kepada Masyarakat Yang Membutuhkan Pasiar
Saya Juga Tidak Perna Melakukan Hal Hal Sepertih Itu Pak Saya Juga Punya Ijin Dari Pihak
Kelurahan Papusungan lingk. IV Kecamatan Lembeh Selatan
Maka Pasir Saya Bisa Sampai Di Tempat Usaha Kerja Saya Di Dok Ini Dikarenakan Saya Punya Ijin Pak
Dan kami bersama tim Media Investigasi Komando kan Oleh Wakaperwil, Setelah Kami Beranjak Dari Rumah Inisial (R) Kami Langsung Bertugas Lagi” Ujarnya












