PATI | Garudasiber.net – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Komunitas Yakusa Farm Pati dengan menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026). Bantuan kemanusiaan tersebut disalurkan ke tiga desa yang terdampak paling parah, yakni Desa Sidoharjo, Desa Sugiharjo, dan Desa Guyangan.
Bantuan yang diberikan tergolong besar dan menyasar kebutuhan pokok warga. Yakusa Farm Pati menyalurkan 500 kilogram beras, 50 kardus mi instan, 10 peti telur ayam dengan total berat sekitar 100 kilogram, 10 kardus sereal, 50 liter minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya.
Sekitar 300 anggota Yakusa Farm Pati turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang membutuhkan. Mereka menyusuri permukiman yang masih tergenang air, meskipun akses ke beberapa wilayah cukup sulit akibat kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.
Kepala Desa Sugiharjo menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yakusa Farm Pati. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih terdampak banjir.
“Terima kasih kepada Yakusa Farm Pati atas bantuan yang diberikan. Semoga Yakusa semakin maju dan terus peduli terhadap masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Desa Guyangan. Ia menilai aksi sosial yang dilakukan Yakusa Farm Pati patut menjadi contoh bagi komunitas lain dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
Sementara itu, Ketua Yakusa Farm Pati menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan berasal murni dari iuran anggota, tanpa dukungan pihak lain. Menurutnya, aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian komunitas terhadap masyarakat sekitar.
“Kami bergerak dari iuran anggota. Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk kepedulian. Harapan kami, banjir segera surut dan warga bisa kembali beraktivitas normal,” katanya.
Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut dan keterbatasan akses wilayah, bantuan logistik dari Yakusa Farm Pati menjadi harapan bagi ratusan warga yang masih bertahan di daerah terdampak.












