Pati, Jawa Tengah, Garudasiber.net – Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah peristiwa yang terjadi menyusul kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen, Rabu (6/7/2025). Ia menyesali kericuhan yang terjadi saat Satpol PP mengambil sumbangan air mineral dari posko massa penolak kebijakan tersebut pada Selasa (05/08/2025).
Bupati Sudewo menjelaskan bahwa tindakan Satpol PP bukanlah perampasan, melainkan untuk menjaga kelancaran acara Hari Jadi Pati dan perayaan 17 Agustus. Ia berharap masyarakat dapat memahami situasi tersebut.
Sudewo juga mengoreksi pernyataannya yang dinilai menantang warga untuk berdemo. Ia menegaskan bahwa tidak bermaksud menantang rakyat dan hanya ingin memastikan unjuk rasa berjalan tertib tanpa ditunggangi pihak lain.
Dalam kesempatan ini, Bupati Sudewo membuka ruang evaluasi terhadap kenaikan PBB-P2 yang sempat mencapai 250 persen. Ia menyatakan bahwa tidak semua warga terdampak dan mayoritas justru mengalami kenaikan di bawah 100 persen. Namun, ia berjanji akan meninjau ulang jika ada keberatan.
Sudewo mengakui banyak kekurangan di awal masa jabatannya dan berkomitmen untuk terus belajar serta mendengarkan masukan demi perbaikan Kabupaten Pati. Ia berharap masyarakat dapat ikut menciptakan suasana yang kondusif dan menjanjikan akan menjadi pemimpin yang amanah.












