Kabupaten Tangerang, GarudaSiber.net-Bank BNI KC BSD yang berlokasi di desa talaga kecamatan Cikupa tepatnya di depan gerbang citra raya diduga membatasi pencairan dana PIP sehari hanya 5 kuota.
Bank yang seharusnya menjadi pemangku program pemerintah, yang bisa membantu pemerintah dalam menyalurkan dana PIP.
Namun, lebih diduga bank tersebut mementingkan nasabah dari perusahaan salah satunya nasabah dari PT chingluh yang hendak membuat kartu atm ataupun kartu kredit, Jum’at, (8/8/25).
Dalam investigasi langsung oleh awak media pada Senin 4/8/2025 kemarin, di benarkan bahwa sebelum jam operasi bank tersebut, sudah di penuhi nasabah yang mau bikin atm ataupun kartu kredit dari PT chingluh.
” Maaf pak nasabah kami banyak jadi kami hanya memberikan kuota perhari 5 saja untuk pencairan dana PIP kalau bapak mau cepet ke kantor bank BNI yang lain aja, cetus salah satu petugas keamanan di kantor bank bni berinisial S saat media hendak menanyakan cara pencairan dana PIP di bank tersebut.
Dani salah satu nasabah calon penerima dana PIP yang di dampingi orang tua menyatakan, saya harus bolak balik agar bisa mencairkan dana yang di harapkan bisa membantu kebutuhan sekolah.
” Namun tidak pernah terlaksana karna keterbatasan kuota padahal domisili tempat tinggal tidak jauh dari bank BNI Cikupa, dan hal ini juga di rasakan oleh nasabah penerima PIP yang lain karna siapa cepat dia dapat itulah yang terjadi ucapnya.”
Dengan adanya peraturan tersebut, sangat tidak sesuai dengan pemerintah yang ingin dana PIP cepat tersalurkan bagi siswa-siswi yang membutuhkan.
dan tidak ada batasan kuota pengambilan dana program Indonesia pintar(PIP), secara umum dan dana tersebut di cairkan satu kali dalam setahun dan sesuai dengan besaran dan jenjang pendidikan siswa dan ada apa bank tersebut lebih mementingkan para nasabah yang dari perusahaan.
Sampai berita ini di terbitkan kami belom bisa menghubungi kepala bank BNI tersebut.












