Ratusan Driver Ojol Kepung DPRD Jatim, Dobrak Desak Terbitkan Perda Jatim Transportasi

Surabaya, Garudasiber.net – Selasa 28 april 2026 Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (Dobrak) Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jatim pada 28 April 2026, menuntut kesejahteraan, penyesuaian tarif, dan regulasi ketat terhadap aplikator ojol.

Titik kumpul awal dari Cito Mall sejak pukul 08.00 Wib hingga gedung DPRD. Disupport dari 15 kabupaten sekitar 82 komunitas sejawa timur, dengan jumlah masa sekitar 1500 dari berbagai aplikator.

Adapun jenis tuntutan sebagai berikut:

1. Terbitkan perda jatim untuk transportasi di jawa timur

2. Berikan surat peringatan kepada aplikator yg melanggar SK Gubernur

3. Hapus program aplikator yang melanggar SK Gubernur

 

“Kami berharap untuk perial tarif SK Gubernur Jatim ini segera ditegakkan. Karena kalau tidak segera dijalankan, disesuaikan, ya kami akan terus merugi, Tidak ada kalimat sejatera, Bahkan pelanggaran tarif ini sangat jauh sekali. Untuk standarnya, tarif batas bawah R2 motor itu Rp2.000(dua ribu), Tapi pada kenyataannya, di bawahnya, bisa RP1.200(seribu duaratus),” Tegas Arif ketua Ipda sidoarjo.

“Untuk R4 harusnya Rp3.800(tigaribu delapan ratus) Per kilo tapi kenyataannya sampai Rp2.400(duaribu delapanratus). Karena Bali saja bisa, sampai Rp7000(tujuh ribu) sampai Rp8000(delapan ribu) perkilometer. Dengan kenaikan harga bbm 2 kali kenapa tarif ojol semakin dikorbankan. Sudah itu, potongan, selain potongan perorder ada, tapi potongan jumlah skala orderan ketika menyelesaikan sebanyak banyak orderan, potongannya juga ada lah. Ada juga double order food, tarif per order Rp6.000(enam ribu) ketika dapat dua orderan sekaligus harusnya orderan yang kedua itu Rp6.000(enam ribu) tapi dihitung Rp2.000(dua ribu)”, Imbuhnya.

 

Banyak sekali keluhan driver tentang diduga nominal tarif dengan pemotongan besar dari aplikator gara-gara berlomba perang tarif murah berkedok promo hanya untuk menyenangkan kastamer dan sialnya tarif driver ojol yang dikorbankan. Dan juga adapun program layanan gacor yang sangat membebankan driver, karena ada potongan biaya khusus lagi yang harus dikeluarkan driver untuk menjadikan akun tersebut dijanjikan mendapatkan pendapatan yang stabil, dan semakin parahnya lagi ada potongan ekstra untuk mendapatkan layanan khusus juga disalah satu aplikator. Seolah driver ojol seperti pekerja yang diremehkan. Dengan resiko Kendaraan, Bbm, biaya perawatan kendaraan yang semua sudah jadi beban driver.

 

Tak lama kemudian anggota dprd komisi A Yordan M. Batara Goa, S.T., M.Si. memberikan respon setelah sebelumnya ada 10 orang perwakilan yang diperbolehkan masuk gedung DPRD.

“Dan minggu depan kami akan menyelenggarakan rapat audiensi dengan mengundang rakyat daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Pimpinan Komisi A, Komisi B, serta khususnya teman-teman DOBRAK untuk membahas bagaimana supaya tuntutan pekerja ojol dapat segera dikabulkan,” Ucapnya.

 

Diharapkan pihak pemerintah mampu memberi kesejahteraan yang layak bagi driver ojol dengan segera menyetujui tuntutan yang diberikan dalam unjuk rasa tadi. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan di salah satu pihak terutama driver ojol sebagai mitra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *