Berita  

H. Mujakkir Zuhri Tekankan Percepatan Lahirnya Wirausaha Baru di Banten

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 36.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Tangerang, Garudasiber.net — Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat terus dilakukan berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi VII DPR RI, H. Mujakkir Zuhri. Dalam kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil yang digelar di Hotel Golden Tulip Essential Tangerang, Sabtu (29/11/25), Mujakkir menegaskan bahwa percepatan pembentukan wirausaha baru menjadi agenda penting untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah.

Menurutnya, tumbuhnya pelaku usaha baru di sektor industri kecil akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan mengangkat kesejahteraan masyarakat.

“Penguatan wirausaha baru harus menjadi prioritas karena kontribusinya langsung terasa bagi masyarakat, baik dalam menciptakan lapangan kerja maupun mendukung penguatan industri kecil,” ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI H. Mujakkir Zuhri menekankan pentingnya wirausaha baru untuk perekonomian Banten
Anggota Komisi VII DPR RI H. Mujakkir Zuhri menekankan pentingnya wirausaha baru untuk perekonomian Banten

Ia menambahkan, DPR RI berkomitmen memastikan kebijakan dan program pemerintah terkait IKM berjalan optimal. Mulai dari perencanaan anggaran, pelatihan, hingga pendampingan usaha harus dipastikan berkesinambungan.

“Sektor IKM terbukti tahan terhadap berbagai situasi ekonomi. Karena itu, kami mendorong agar peluang pendirian wirausaha baru semakin diperluas, terutama di wilayah seperti Banten yang memiliki potensi besar,” jelasnya.

Mujakkir menilai keberlanjutan pembinaan merupakan kunci agar peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan sesaat, tetapi benar-benar mampu menjalankan dan mengembangkan usahanya secara mandiri.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA tersebut menghadirkan tiga pelatihan teknis: Anyaman Bambu (KSK), Reparasi Telepon Genggam (LMEA), serta Pengolahan Hasil Laut (PFBBB). Masing-masing pelatihan dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar sekaligus memperkuat potensi lokal di Banten.

Tercatat 270 peserta dari berbagai daerah di Banten mengikuti tahap pendaftaran. Setelah proses seleksi administrasi dan teknis, hanya 30 peserta yang berhak mengikuti pelatihan intensif selama dua hari. Pada hari ketiga, peserta akan diajak mengunjungi Lembaga Klaster Mandiri (LKM) untuk melihat secara langsung proses produksi yang sudah berjalan.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, yang juga hadir, menyampaikan penghargaan atas kolaborasi antara pemerintah pusat dan legislatif dalam memperkuat IKM.

“Kegiatan ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha baru sekaligus meningkatkan kualitas produksi industri kecil. Dampaknya sangat positif bagi pergerakan ekonomi lokal,” tuturnya.

Ia menilai pelatihan seperti ini tidak hanya memperkaya kemampuan teknis, tetapi juga membuka jalan menuju terbentuknya ekosistem usaha baru yang berkelanjutan.

Kementerian Perindustrian memastikan bahwa peserta tidak dilepas begitu saja setelah pelatihan. Pendampingan lanjutan akan diberikan, termasuk bantuan perizinan, peningkatan kapasitas produksi, pengemasan, hingga dukungan pemasaran melalui jaringan industri kecil dan platform digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *