Pati, Jawa Tengah, Garudasiber.net – Mas’ut (57), seorang nelayan asal Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, meninggal dunia setelah terjatuh dari perahu dan terseret ombak di perairan Alasdowo pada Sabtu (29/11/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban sedang tengah mengangkat alat garuk bukur saat perahu dihantam gelombang besar.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri membenarkan kejadian tersebut. “Korban berangkat melaut sejak subuh dan saat menarik alat pencari kerang, perahu dihantam ombak sehingga korban terjatuh,” ujarnya.
Saksi di lokasi sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun ombak besar membuat usaha itu gagal. “Saksi mencoba memutar haluan perahu dan memanggil bantuan, tetapi korban sudah terseret arus,” jelas Kapolsek.
Mas’ut ditemukan mengapung dalam posisi tengkurap dan langsung dilarikan ke perahu untuk pertolongan pertama. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan karena sudah meninggal saat ditemukan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Bakalan. Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah laut. “Keluarga membuat surat pernyataan resmi bahwa ini murni kecelakaan dan tidak menuntut proses autopsi,” tambah AKP Ali Mashuri.
Petugas Polsek Dukuhseti segera melakukan pendataan saksi di lokasi kejadian dan melengkapi administrasi laporan termasuk surat pernyataan keluarga.
Kapolsek mengingatkan bahwa cuaca perairan Dukuhseti sejak pagi memang tidak stabil dengan gelombang tinggi yang menjadi ancaman bagi nelayan tradisional. Ia mengimbau agar nelayan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan menggunakan alat keselamatan saat melaut.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas AKP Ali Mashuri.












