PATI, Garudasiber.net – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, resmi menjadi lokasi pembuka rangkaian Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 ini menampilkan ragam ekspresi seni peserta didik hasil kolaborasi intensif antara siswa, seniman profesional, dan guru pendamping di bawah naungan Kementerian Kebudayaan.
GSMS merupakan program strategis Kementerian Kebudayaan yang bertujuan memperluas akses pembelajaran seni dan budaya bagi peserta didik. Berbeda dengan pendekatan konvensional, program ini menekankan pada pengalaman langsung (experiential learning) di mana siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat dalam proses belajar, berlatih, dan berkarya bersama para praktisi seni.
*Kolaborasi Nasional dan Skema Berbagi Biaya*
Tahun ini, GSMS 2026 dilaksanakan melalui skema sharing cost atau berbagi biaya antara Kementerian Kebudayaan dan pemerintah daerah. Program ini melibatkan skala nasional yang signifikan, mencakup 25 pemerintah daerah, 216 sekolah, 221 seniman, dan 221 guru pendamping.
Dari total 216 sekolah yang terlibat, komposisinya meliputi 116 Sekolah Dasar (SD), 86 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 4 Sekolah Menengah Atas (SMA), 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 5 Sekolah Luar Biasa (SLB), dan 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs). Keragaman jenis sekolah ini menunjukkan inklusivitas program dalam menjangkau berbagai jenjang pendidikan.
Proses pembelajaran berlangsung serentak dari 15 Juli hingga 4 September 2026, terdiri dari 15 kali pertemuan. Dalam setiap sesi, seniman berperan sebagai mentor yang membagikan pengetahuan teknis, keterampilan, pengalaman kreatif, serta filosofi berkarya, sementara guru pendamping memastikan integrasi pembelajaran berjalan lancar di lingkungan sekolah.
*Pati Memimpin dengan Lima Disiplin Seni*
Sebagai tuan rumah pembuka Gelar Karya yang dijadwalkan berlangsung secara nasional dari 22 Agustus hingga 20 Oktober 2026, Kabupaten Pati menampilkan kekayaan ekspresi siswa dalam lima bidang seni utama:
1. Seni Pertunjukan: Meliputi Kethoprak dan Teatrikal.
2. Seni Media Baru: Berupa karya Film.
3. Seni Sastra: Ditampilkan melalui Musikalisasi Puisi.
4. Seni Suara.
5. Seni Rupa.
Keberagaman karya yang ditampilkan di Pati bukan sekadar pertunjukan, melainkan bukti nyata bagaimana ruang sekolah dapat bertransformasi menjadi inkubator kreativitas. Peserta didik didorong untuk mengembangkan keberanian tampil, mengasah keterampilan teknis, dan membangun apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia.
*Memperkuat Regenerasi Seniman Indonesia*
Melalui GSMS, Kementerian Kebudayaan berupaya menciptakan ruang pertemuan yang produktif antara seniman mapan dan generasi muda. Hal ini dinilai krusial untuk memperkuat regenerasi di bidang seni dan budaya tanah air.
“Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program ini. Dengan kolaborasi yang kuat, semakin banyak peserta didik yang memperoleh kesempatan emas untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan potensi seni serta budaya Indonesia,” demikian semangat yang diusung dalam pelaksanaan GSMS 2026.
Gelar Karya di Pati ini juga menjadi ruang apresiasi bagi masyarakat luas, sekaligus memperlihatkan hasil sinergi efektif antara peserta didik, seniman, institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan Kementerian Kebudayaan.
*Tentang Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS)*
Gerakan Seniman Masuk Sekolah adalah inisiatif Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang memfasilitasi keterlibatan langsung seniman dalam proses pendidikan di sekolah. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan akses pembelajaran seni, memperkaya kurikulum sekolah dengan praktik kreatif, dan mendukung pelestarian serta inovasi budaya Indonesia melalui tangan-tangan muda generasi penerus.












