Garudasiber.net | BERAU — KALTIM — Upaya mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau Kalimantan Timur, diperkuat melalui apel gabungan Muspika yang digelar di Posko Sektor Sambaliung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau, Jumat, 21 Agustus 2026.
Apel tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Seluruh unsur yang terlibat menegaskan komitmen untuk membangun pola penanganan Karhutla yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, patroli, kesiapsiagaan hingga penanganan ketika terjadi kebakaran.
Dalam apel tersebut, unsur Koramil Sambaliung, Polsek Sambaliung, Damkar Berau, serta PT Berau Coal berdiri dalam satu barisan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Koramil Sambaliung berperan dalam pengamanan wilayah sekaligus memberikan dukungan personel. Sementara Polsek Sambaliung bertugas dalam aspek penegakan hukum, termasuk melakukan tindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melanggar aturan.
Damkar Berau menjadi unsur utama dalam kesiapsiagaan dan pemadaman apabila terjadi kebakaran. Sedangkan PT Berau Coal melalui tim Fire and Rescue memberikan dukungan berupa personel, peralatan, serta sumber daya pendukung lainnya.
Posko Sektor Sambaliung menjadi titik koordinasi dalam penanganan Karhutla. Keberadaan posko tersebut diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi, koordinasi antarinstansi, hingga pengambilan keputusan ketika ditemukan titik api di wilayah Sambaliung.
Apel gabungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan di lapangan. Patroli bersama akan dilakukan pada sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar lahan serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan apabila terjadi pelanggaran.
Selain pencegahan, kesiapsiagaan juga menjadi perhatian utama. Personel dan peralatan disiapkan agar dapat bergerak cepat ketika menerima laporan adanya titik api. Kecepatan penanganan dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Pembagian tugas antarunsur juga ditegaskan agar penanganan di lapangan berjalan efektif. TNI berperan dalam pengamanan wilayah dan dukungan personel, Polisi menangani aspek penegakan hukum, Damkar melaksanakan pemadaman, sedangkan PT Berau Coal memberikan dukungan melalui tim Fire and Rescue beserta peralatan dan personel yang dimiliki.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Tidak ada satu pihak pun yang bisa menangani Karhutla sendirian. Gotong royong antar-instansi dan perusahaan adalah satu-satunya jalan,” tegasnya.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap informasi mengenai titik api dapat diterima, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti dengan cepat. Dengan demikian, potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Larangan tersebut bukan hanya bagian dari upaya menjaga lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui apel gabungan ini, unsur TNI, Polri, Damkar, dan perusahaan menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di Sambaliung membutuhkan kerja bersama dan respons cepat. Tidak hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul, tetapi juga mengutamakan pencegahan sejak dini.
Memasuki musim kemarau, potensi Karhutla di Sambaliung menjadi perhatian bersama. Seluruh unsur terkait menyatakan kesiapan untuk memperkuat patroli, meningkatkan koordinasi, merespons laporan dengan cepat, serta mengambil tindakan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Dengan sinergi tersebut, Karhutla diharapkan dapat ditekan sedini mungkin demi melindungi keselamatan masyarakat, menjaga lingkungan, dan mencegah meluasnya dampak kebakaran di wilayah Kecamatan Sambaliung.












