Sibolga Berduka!! Banjir besar dan Longsor Porak Porandakan wilayah Sibolga Memakan Korban Jiwa

Sibolga-Garudasiber.net – 25 November 2025 , Hujan berintensitas tinggi yang terus mengguyur Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak pertengahan November kembali memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Ribuan warga terdampak, akses jalan terputus, dan satu keluarga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Berdasarkan data resmi Pusdalops PB Sumatera Utara, sebanyak 1.902 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di wilayah Tapteng. Sebaran lokasi meliputi tujuh kecamatan:
Kolang: 1.261 KK
Sarudik: 338 KK
Pandan: 150 KK
Lumut: 78 KK
Barus: 65 KK
Tukka: 10 KK

Sebanyak 45 jiwa dari 10 KK terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga laporan terakhir hari ini, tidak ada korban jiwa akibat banjir.

Genangan air setinggi hingga 1 meter merendam sejumlah permukiman dan ruas jalan, membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses antarwilayah terhambat.

Bencana tidak berhenti pada banjir. Longsor juga terjadi di berbagai titik, salah satunya di Dusun 1 Desa Mardame Kecamatan Sitahuis, yang memakan korban jiwa. Sebuah rumah warga tertimbun, menyebabkan empat anggota keluarga seorang ibu dan tiga anak meninggal dunia.

Longsor lainnya terjadi di Jalan Nasional Sibolga–Barus (km 2) tepatnya di Dusun II, Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli. Material tanah bercampur pohon tumbang menutup total akses jalan.

Tim BPBD Tapteng bersama instansi terkait telah melakukan pembersihan menggunakan alat berat (bechoe loader) dan chainsaw untuk mengevakuasi material dan membuka kembali jalur transportasi.

Di sejumlah titik jaringan telekomunikasi dilaporkan mengalami gangguan, terutama di wilayah Pandan dan beberapa bagian Kota Sibolga. Kondisi ini membuat proses pendataan korban, komunikasi tim evakuasi, dan penyampaian informasi darurat menjadi lebih sulit.

BPBD Tapteng bersama TNI/Polri, pemerintah kecamatan, dan relawan telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material longsor, hingga pendataan dampak kerusakan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Potensi luapan sungai dan longsor susulan masih terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *